Senin, 04 April 2011

NASIB OBAT DI DALAM TUBUH A. EFEK OBAT

  1. Efek obat

OBAT EFEK ( RESPON )

Efek obat ialah perubahan fungsi struktur ( organ ) atau proses atau tingkah laku organisme hidup akibat kerja obat.

Efek obat dapat dibedakan menjadi :

a. Efek lokal

Efek obat yang timbul pada tempat pemberian atau tempat aplikasi.

b. Efek sistemik

Efek obat yang timbul setelah obat dibawa oleh aliran darah dari tempat pemberian menuju ke tempat kerjanya.

B. CARA PEMBERIAN OBAT

Acuan :

1. Sistem kardiovaskuler

a. Intravaskuler ( IV ), misal : i.v dan i.a

b. Ekstravaskuler ( EV ), missal : p.o ; i.m ; dan i.p

2. Sistem pencernaan

a. Parenteral, missal : sublingual, p.o dan per rectal.

b. Par (a) enteral, missal : i.v ; i.m ; dan i.p

Peristiwa-peristiwa

OBAT [ tiga fase ] EFEK ( RESPON )

( dalam bentuk sediaan obat )

1. Fase farmasetik

2. Fase farmakokinetik

3. Fase farmakodinamik

1. Fase farmasetik

Lepasnya zat aktif dari sediaan obat dan kemudian melarut ke dalam cairan absorpsi.

Menentukan : ketersediaan farmasetik

Misalnya obat diberikan dalam bentuk tablet.

Obat

( tablet )

( disintegrasi ) ( disolusi )

granul ( disolusi ) [ cairan absorpsi ] Absorpsi darah

( deagregasi ) ( disolusi )











Partikel halus

2. Fase Farmakokinetik

Meliputi absorbsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi.

Menentukan : Ketersediaan obat di tempat kerjanya

  1. Absorbsi

Perpindahan obat dari tempat pemberian ( aplikasi ) sirkulasi sisemik

  1. Distribusi

Perpindahan obat dari darah ke cairan tubuuh lain, jaringan serta organ tubuh.

  1. Biotransformasi

Perubahan obat menjadi senyawa lain ( metabolit )

  1. Ekskresi

Perpindahan obat dari dalam tubuh ke luar tubuh.

3. Fase Farmakodinamik

Bekerja di tempat kerjanya ( jaringan sasaran ) efek.

Jika kerja obat diperantarai reseptor :

D + R DR E

( obat ) ( reseptor ) ( kompleks obat-reseptor) ( efek )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar