MANAJEMEN SUPLAI OBAT
PENGADAAN OBAT
Tujuan : Menjamin ketersediaan obat dengan kualitas standar, dalam jumlah yang tepat, dan dengan biaya seminimal mungkin.
Metoda : Obat yang diadakan dapat dibeli atau diperoleh dari donasi.
Siklus umum pengadaan obat
• Review seleksi obat
• Menentukan jumlah obat yang diperlukan
• Menyesuaikan kebutuhan & dana
• Memilih metode pengadaan
• Identifikasi dan memilih suppliers
• Specify contract term
• Monitor status pesanan
• Menerima dan mencek kebenaran produk
§ Pembayaran
Cara pengadaan obat yang baik
§ Pengadaan dengan nama generik (= obat dengan nama INN), obat yang masa patenya telah habis, harganya murah karena sebelumnya di monopoli (hak paten)
§ Membatasi pengadaan obat daftar obat esensial, formularium
§ Pengadaan dalam bulk
§ Kualifikasi supplier secara formal & monitoring
§ Pengadaan kompetitif
§ Komitment kepada supplier pemenang
§ Jumlah pesanan berdasarkan perkiraan kebutuhan yang reliable
§ Reliable payment & manajemen keuangan baik
§ Prosedur transparan & tertulis
§ Separation of key function : siklus pengelolaan dengan orangyang lebih dari satu sehingga pengawasan cukup banyak.
§ Program QA
§ Annual audit, hasil dipublikasi
§ Laporan secara teratur mengenai kinerja pengadaan
Metode Pengadaan Obat
• Open Tender
• Restricted Tender : selective tender, tawaran tertutup proses prekualifikasi secara formal
• Competitive Negotiation
• Direct procurement
Strategi Pengadaan Obat
§ Harus mengurangi ketidak pastian atas jaminan mutu selama pengiriman, atas ketepatan wkt pengiriman, pembayaran
§ Strategi yg paling sering dipakai adl
Ø Blind confidence ( direct purchasing) à Pembelian berdasarkan katalog pada faktur, Prinsip : Pembeli percaya kepada produsen
Keuntungan : Fleksibel, cepat, biaya transaksi rendah
Kerugian : Penyalahgunaan oleh supplier
Ø Systematic distrust àDapat menerapkan tender atau transaksi mutual agreement
Prinsip : pembeli tidak percaya kepada produsen atau supplier Reputasi supplier tidak menjadi bahan pertimbangan, Dasar pembelian utamanya harga murah & tersedia pada saat dibutuhkan
Kerugian : biaya transaksi tinggi; kualitas tidak memenuhi syarat
Ø Cooperationà Tender & kontrak dengan mutual agreement
Prinsip : pembeli memiliki kepercayaan terbatas terhadap produsen & verifikasi bahwa mereka tidak menyalahgunakan kepercayaan ini, Supplier dipilih yang mempunyai reputasi baik
Keuntungan : pembeli tidak perlu mencek terus menerus harga termurah
Organisasi & Struktur Pengadaan Obat
1.Sentralisasi atau desentralisasi
Keuntungan sistem sentralisasi
· dapat dengan pooled procurement yg dapat lebih efisien ( biaya pembelian, keahlian, sistem kontrol administrasi fs manajemen)
· terutama bila dipakai strategi systematic ditrust atau cooperation
· membuka peluang utk networking intern.
2.Monopoli atau kompetisi
· Walau sistem sentralisasi memiliki banyak keuntungan, ttp timbul isu monopoli (monopoli geografis, monopoli sektoral dll)
· Secara teoritis sistem monopoli seharusnya memberikan penghematan karena unit cost-nya lbh kecil.
· Namun sering justru menjadi tdk efisien bila disalah-gunakan.
3.Monopoli & skala ekonomik
4.Monopoli & tingkah laku strategik
5.Pemerintah atau swasta
• Kedua sistem dapat dilaksanakan bersamaan
- Harus menetapkan spesifikasi
- Dilaksanakan oleh organisasi yg dapat diandalkan (mis : dapat dikontrol memiliki kepentingan utk masyarakat)
• Kelemahan sektor swasta adl kurang mengutamakan kepentingan sosial dan masy.
Kuantifikasi Pengadaan Obat
• Konsumsi yang lalu : utk perencanaan berdsrkan konsumsi yg lalu di+ revisi -> tergantung pada demand prescriber dan konsumen
• Kebutuhan nyata berdsrkan data morbiditas (all population dan selected) -> memiliki kekuatan dan limitasi
• Jangka waktu pengobatan : a.L frekuensi penyakit dikalikan dengan jangka waktu pengobatan sesuai standar pengobatan
Proses Pengadaan Obat Effektif
§ Mengadakan obat yang tepat & jumlah yang tepat
§ Harga pembelian serendah mungkin
§ Memenuhi standar kualitas
§ Pengiriman tepat waktu à shortage & stockout
§ Supplier dipercaya : service & kualitas
§ Menyusun jadwal pembelian, jumlah pesanan, safety stock level à lowest total cost
Faktor Penting Dalam Pengadaan Obat (Kesimpulan)
ü Metoda kalkulasi (konsumsi/morbiditas) dipilih sesuai tujuan
ü Pengadaan terpusat lebih cost benefit dan tidak berarti monopoli
ü Pengawasan terhadap proses pengadaan perlu terpadu
Prinsip Manajemen Suplai Obat Dalam Kondisi EMERGENCY (1)
• Kuantifikasi obat dapat dilakukan berdsrkan pola morbiditas dan jangka waktu pengobatan sebagai inisiasi manajemen.
• Seleksi harus terdiri dari basic units dan suplementary unit , misalnya 1 basic unit adl kebutuhan obat dasar utk 1000 org selama 3 bulan, sedang 1 suplementary unit adl kebutuhan diluar basic unit utk mendukung 10 paket basic unit
Prinsip manajemen suplai obat dalam kondisi EMERGENCY (2)
• Apabila obat merupakan donasi harus mengikuti Pedoman Donasi obat WHO, dan negara penerima donasi
• Harus dilakukan jaminan mutu pada waktu penerimaan, penyimpanan dan distribusi obat sesuai prinsip manajemen sulai obat
Yang harus diperhatikan adalah obat yg tidak diperlukan (mis: pada donasi) dan obat yg rusak/ED
Tidak ada komentar:
Posting Komentar