Minggu, 03 April 2011

Manajemen Suplai Obat

MANAJEMEN SUPLAI OBAT

PENGADAAN OBAT

Tujuan : Menjamin ketersediaan obat dengan kualitas standar, dalam jumlah yang tepat, dan dengan biaya seminimal mungkin.

Metoda : Obat yang diadakan dapat dibeli atau diperoleh dari donasi.

Siklus umum pengadaan obat

Review seleksi obat

Menentukan jumlah obat yang diperlukan

Menyesuaikan kebutuhan & dana

Memilih metode pengadaan

Identifikasi dan memilih suppliers

Specify contract term

Monitor status pesanan

Menerima dan mencek kebenaran produk

§ Pembayaran

Cara pengadaan obat yang baik

§ Pengadaan dengan nama generik (= obat dengan nama INN), obat yang masa patenya telah habis, harganya murah karena sebelumnya di monopoli (hak paten)

§ Membatasi pengadaan obat daftar obat esensial, formularium

§ Pengadaan dalam bulk

§ Kualifikasi supplier secara formal & monitoring

§ Pengadaan kompetitif

§ Komitment kepada supplier pemenang

§ Jumlah pesanan berdasarkan perkiraan kebutuhan yang reliable

§ Reliable payment & manajemen keuangan baik

§ Prosedur transparan & tertulis

§ Separation of key function : siklus pengelolaan dengan orangyang lebih dari satu sehingga pengawasan cukup banyak.

§ Program QA

§ Annual audit, hasil dipublikasi

§ Laporan secara teratur mengenai kinerja pengadaan

Metode Pengadaan Obat

Open Tender

Restricted Tender : selective tender, tawaran tertutup proses prekualifikasi secara formal

Competitive Negotiation

Direct procurement

Strategi Pengadaan Obat

§ Harus mengurangi ketidak pastian atas jaminan mutu selama pengiriman, atas ketepatan wkt pengiriman, pembayaran

§ Strategi yg paling sering dipakai adl

Ø Blind confidence ( direct purchasing) à Pembelian berdasarkan katalog pada faktur, Prinsip : Pembeli percaya kepada produsen

Keuntungan : Fleksibel, cepat, biaya transaksi rendah

Kerugian : Penyalahgunaan oleh supplier

Ø Systematic distrust àDapat menerapkan tender atau transaksi mutual agreement

Prinsip : pembeli tidak percaya kepada produsen atau supplier Reputasi supplier tidak menjadi bahan pertimbangan, Dasar pembelian utamanya harga murah & tersedia pada saat dibutuhkan

Kerugian : biaya transaksi tinggi; kualitas tidak memenuhi syarat

Ø Cooperationà Tender & kontrak dengan mutual agreement

Prinsip : pembeli memiliki kepercayaan terbatas terhadap produsen & verifikasi bahwa mereka tidak menyalahgunakan kepercayaan ini, Supplier dipilih yang mempunyai reputasi baik

Keuntungan : pembeli tidak perlu mencek terus menerus harga termurah

Organisasi & Struktur Pengadaan Obat

1.Sentralisasi atau desentralisasi

Keuntungan sistem sentralisasi

· dapat dengan pooled procurement yg dapat lebih efisien ( biaya pembelian, keahlian, sistem kontrol administrasi fs manajemen)

· terutama bila dipakai strategi systematic ditrust atau cooperation

· membuka peluang utk networking intern.

2.Monopoli atau kompetisi

· Walau sistem sentralisasi memiliki banyak keuntungan, ttp timbul isu monopoli (monopoli geografis, monopoli sektoral dll)

· Secara teoritis sistem monopoli seharusnya memberikan penghematan karena unit cost-nya lbh kecil.

· Namun sering justru menjadi tdk efisien bila disalah-gunakan.

3.Monopoli & skala ekonomik

4.Monopoli & tingkah laku strategik

5.Pemerintah atau swasta

Kedua sistem dapat dilaksanakan bersamaan

- Harus menetapkan spesifikasi

- Dilaksanakan oleh organisasi yg dapat diandalkan (mis : dapat dikontrol memiliki kepentingan utk masyarakat)

Kelemahan sektor swasta adl kurang mengutamakan kepentingan sosial dan masy.

Kuantifikasi Pengadaan Obat

Konsumsi yang lalu : utk perencanaan berdsrkan konsumsi yg lalu di+ revisi -> tergantung pada demand prescriber dan konsumen

Kebutuhan nyata berdsrkan data morbiditas (all population dan selected) -> memiliki kekuatan dan limitasi

Jangka waktu pengobatan : a.L frekuensi penyakit dikalikan dengan jangka waktu pengobatan sesuai standar pengobatan

Proses Pengadaan Obat Effektif

§ Mengadakan obat yang tepat & jumlah yang tepat

§ Harga pembelian serendah mungkin

§ Memenuhi standar kualitas

§ Pengiriman tepat waktu à shortage & stockout

§ Supplier dipercaya : service & kualitas

§ Menyusun jadwal pembelian, jumlah pesanan, safety stock level à lowest total cost

Faktor Penting Dalam Pengadaan Obat (Kesimpulan)

ü Metoda kalkulasi (konsumsi/morbiditas) dipilih sesuai tujuan

ü Pengadaan terpusat lebih cost benefit dan tidak berarti monopoli

ü Pengawasan terhadap proses pengadaan perlu terpadu

Prinsip Manajemen Suplai Obat Dalam Kondisi EMERGENCY (1)

Kuantifikasi obat dapat dilakukan berdsrkan pola morbiditas dan jangka waktu pengobatan sebagai inisiasi manajemen.

Seleksi harus terdiri dari basic units dan suplementary unit , misalnya 1 basic unit adl kebutuhan obat dasar utk 1000 org selama 3 bulan, sedang 1 suplementary unit adl kebutuhan diluar basic unit utk mendukung 10 paket basic unit

Prinsip manajemen suplai obat dalam kondisi EMERGENCY (2)

Apabila obat merupakan donasi harus mengikuti Pedoman Donasi obat WHO, dan negara penerima donasi

Harus dilakukan jaminan mutu pada waktu penerimaan, penyimpanan dan distribusi obat sesuai prinsip manajemen sulai obat

Yang harus diperhatikan adalah obat yg tidak diperlukan (mis: pada donasi) dan obat yg rusak/ED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar